Ngawi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bersama Bidan Desa dan Kader Posyandu Kemuning melaksanakan pendampingan pemantauan balita di Posyandu Kemuning, Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini difokuskan pada balita dengan status Bawah Garis Merah (BGM) sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan penimbangan, pengukuran tumbuh kembang, serta pendampingan kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi balita. Seluruh data kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia telah tercatat dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) dan diperbarui secara rutin setiap pelaksanaan Posyandu.
Salah satu kader Posyandu menyampaikan bahwa Posyandu Kemuning saat ini tidak memiliki kasus stunting. Kasus terakhir tercatat pada 2024 dan berhasil ditekan melalui edukasi mengenai pengolahan makanan bergizi menggunakan bahan pangan yang diberikan pemerintah desa.
"Alhamdulillah, saat ini tidak ada balita stunting di Posyandu Kemuning. Edukasi gizi kepada masyarakat menjadi salah satu faktor yang membantu menurunkan angka stunting," ujar salah satu kader.
Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN berharap orang tua semakin memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi seimbang, serta pemeriksaan rutin di Posyandu sehingga kasus balita BGM maupun stunting di Desa Pakah dapat terus ditekan.